Translate

Thursday, 13 December 2012

Bahan Kimia Berbahaya pada Kosmetik

Bismillaahirrahmanirrahiim

Apa sich yang tidak pakai zat kimia di zaman yang modern ini ??? Tentunya banyak sekali kebutuhan-kebutuhan kita yang mengandung bahan kimia. Mulai dari dosis yang lebih kecil sampai dosis yang paling besar. Nah, readers, kita harus berhati-hati dalam menggunakan sert teliti dan jeli terhadap produk kimia yang kita konsumsi. Biasanya produk kimia dominan banyak terdapat dalam makanan, minuman dan kosmetik. Nah, kali ini wimvy akan memberikan macam-macam bahan kimia yang harus diwaspadai pemakaiannya, karena dapat berakibat fatal bagi diri kita sendiri...

Berikut beberapa bahan kimia yang perlu diwaspadai adalah :


1. Sodium Lauryl Sulfate atau Sodium Laureth Sulfate (SLS)
Bahan ini terdapat pada hampir seluruh sabun mandi yang beredar di pasaran. Jika tidak percaya silahkan baca label sabun mandi yang anda gunakan. Fungsinya adalah sebagai pembusa dan pembersih. Zat ini sangat membersihkan, seharusnya digunakan hanya untuk mencuci perabot dan pakaian. Zat ini juga digunakan dalam shampo (termasuk shampo anak-anak) sabun mandi (termasuk sabun wajah dan sabun anak-anak) pasta gigi (termasuk pasta gigi anak-anak), hampir seluruh produk-produk tersebut menggunakan SLS sebagai pembusa. Tapi alhamdulillah sekarang sudah ada beberapa produsen sabun mandi herbal yang tidak menggunakan SLS. Yang lebih baik lagi tentu sabun herbal VCO. Manfaatnya sangat banyak.

Kembali ke SLS. Ketika SLS dipanaskan akan mengeluarkan racun Sodium Oxides dan Sulfur Oxides. Bayangkan jika anda mandi dengan shower panas dan keramas dengan air hangat dengan memakai shampoo dan sabun yang mengandung SLS, berapa banyak racun yang anda hisap dengan sengaja. SLS juga bersifat Korosif. 
Menurut American College of Toxicity, sifat korosif ini termasuk terhadap lemak dan protein yang merupakan bahan pembentuk kulit dan otot. SLS juga lazim bisa anda temukan di pembersih lantai garasi, peluruh lemak mesin hingga sabun/shampoo mobil.
SLS bisa merembes masuk kedalam jaringan tubuh. Berdasarkan sebuah studi dari University of Georgia Medicine, menemukan bahwa SLS memiliki kemampuan untuk masuk dan tinggal di jaringan tubuh seperti mata, otak, hati dan liver.Bahan ini juga merupakan penyebab iritasi mata.  SLS ditemukan sebagai penyebab katarak pada mata orang dewasa dan terbukti menjadi penyebab ketidak sempurnaan pembentukan mata pada anak kecil.
Kemungkinan terkontaminasi dengan bahan beracun lainnya seperti Nitrate, dll.Bahan beracun sebagai pelarut yang dipakai bersama SLS seperti nitrate juga terkategorikan penyebab kanker/karsinogenik seringkali ditemui diproduk yang mengandung SLS.
SLS membantu bahan kimia lain masuk ke tubuh dan menjadikan molekul bahan kimia sangat kecil dan bisa masuk ke membrane disel-sel tubuh. Sekali saja racun sudah masuk ke membrane disel tubuh, sel akan menjadi rentan dimasuki atau tercemari oleh bahan kimia lainnya.

SLS juga sering dicampur dengan triethanolamine ( T.EA) yang merupakan bahan karsinogenik, yang kemudian disebut sebagai nitrosames penyebab berbagai penyakit kanker.

2. Triclosan

Bahan ini banyak sekali digunakan pada berbagai macam produk seperti sabun, deodoran, pasta gigi, dll. Anda perlu berhati-hati dalam menggunakannya karena sifatnya yang mudah diserap oleh kulit dan diketahui beracun atau karsinogenik. Penelitian menunjukkan bahwa Triclosan dapat mengganggu fungsi testosteron pada sel dan dapat merusak beberapa bakteri yang baik, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi tertentu. Triclosan memang dapat membunuh 99,9 % bakteri, tapi seperti halnya antibiotik yang membunuh bakteri, 1 bakteri yang ditinggalkan oleh Triclosan atau antibiotik (amoxicillin) akan menjadi bakteri yang sangat kebal dan berevolusi menjadi organisme baru yang tangguh dan berkembangbiak dengan cepat sehingga memunculkan bakteri-bakteri yang lebih hebat dan sulit dimusnahkan. Itulah sebabnya semakin hari ada saja penyakit-penyakit baru yang sebelumnya tidak ada. Membunuh bakteri jauh lebih baik menggunakan bahan yang alami. Didunia ini Allah sediakan banyak bahan alami yang mengandung antibiotik dan anti bakteri.

3. Kationik Surfaktan

Kationik Surfaktan adalah bahan kimia yang digunakan dalam Conditioner rambut atau pelunak yang memiliki muatan listrik positif. Dalam jangka pendek conditioner dapat membuat rambut terasa lembut, tetapi ternyata penggunaan jangka panjang, Kationik Surfaktan dapat merusak rambut dan membuat rambut kering dan rapuh. Padahal orangtua kita telah mengajarkan kita menggunakan minyak kelapa untuk perawatan rambut yang alami dan aman. Mengapa kita tidak? Ooo jangan pake minyak keletik, itu bau tengiik. Pake VCO aja, manfaatnya lebih banyak dan tidak tengik karena tidak teroksidasi. Hehehe, promosi...

4. Coal Tar

Coal Tar (tar batubara) merupakan bahan kimia berbahaya lainnya yang umum digunakan di shampo-shapo anti-ketombe dan krim anti anti-gatal. Ditemukan bahwa bahan kimia ini bersifat carcinogenic ketika masuk di bawah kulit. VCO lebih aman untuk pengobatan penyakit kulit seperti ketombe, eksim, panu, dll.

5. Diethanolamine (DEA)

Diethanolamine adalah racun digunakan dengan DEA cocoamide dan DEA lauramide, sebagai pengemulsi dan pembuat busa dalam banyak produk seperti shampo, krim cukur, lotion pelembab kulit, dan sabun bayi. Hal ini bersifat carcinogenic dan bertindak sebagai penghancur hormon dan vitamin di dalam tubuh.

6. Formaldehida

Formaldehida adalah salah satu bahan kimia berbahaya lain yang umum digunakan dalam sabun mandi bayi, poles kuku, perekat dan pewarna rambut bulu mata. Jika terus digunakan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan sistem kekebalan tubuh, iritasi pernafasan dan bahkan kanker.

7. Merkuri

Zat Merkuri (air raksa) banyak ditemukan di produk kecantikan yang fungsinya memutihkan kulit. Banyak juga ditemui pada produk seperti mascaras. Penggunaan bahan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti alergi, iritasi kulit, kerusakan saraf, dll.

8. Partikel Nano

Partikel Nano khususnya zinc oxide dan titanium dioxide biasanya digunakan dalam lotion tabir surya dan krim. Partikel ini dengan mudah dapat menembus kulit dan menghancurkan sel-sel otak. Hampir semua tabir surya mengandung bahan berbahaya ini. pake VCO aja untuk tabir surya, VCO melindungi kulit dari radikal bebas dan dari sinar UV A & UV B.

9. Perfume
Perfume atau parfum memaang enak dihidung. Parfum sebaiknya digunakan pada pakaian, bukan pada kulit. Parfume yang menempel pada kulit baik berasal dari kosmetik ataupun bahan lainnya apabila terkena sinar matahari akan menyebabkan kulit menjadi sensitif, kering, alergi kulit dan masalah kulit lainnya.

10. Talc

Talc merupakan bahan kimia beracun yang digunakan sebagai bahan dasar bedak dan beberapa kosmetik seperti eye shadow, blush on, deodoran, sabun, dll. Untuk menyerap kelembaban. Zat ini  bersifat sebagai karsinogen manusia dan juga diketahui menyebabkan kanker ovarium dan tumor paru-paru.

Hmmm, sudah tahu kan readers. Nah, setelah mengetahuinya upayakan sedapat mungkin untuk tidak menggunakan kosmetik yang mengandung zat kimia berbahaya tersebut. Sipp yaa !
Semoga bermanfaat :-)

Bahan Kimia dalam Rumah Tangga

Bismillaahirrahmanirrahiim


Pengertian dan Penggolongan

            Sebagaimana kita tahu, bahwa segala macam benda tersusun dari materi..Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan istilah bahan kimia untuk materi. Jadi, sebenarnya,  segala sesuatu terdiri dari bahan kimia

            Ditinjau dari segi asalnya, bahan kimia yang digunakan dalam berbagai produk rumah tangga , dibagi dalam 2 golongan, yaitu :
a.       Bahan kimia alami, adalah     :   Bahan kimia yang terdapat di alam.
                                  Misalnya    :   Air, kayu, minyak ,cengkeh,kapur dsb.              
b.      Bahan kimia sintetis/buatan   :   Bahan kimia buatan pabrik.
     Misalnya   :   detergen, plastic, asam sulfat, pestisida dan berbagai macam essen (penguat rasa dan aroma).
Penggolongan bahan Kimia di Rumah
1.      Bahan Pembersih
2.      Bahan Pemutih
3.      Bahan pewangi
4.      Racun Serangga

1.   BAHAN PEMBERSIH
      A.  Sabun
·         Bahan pembuat sabun
o   Bahan dasar         :   -  lemak hewan dan minyak tumbuhan.
                                      -  Natrium hidroksida (NaOH)  atau Kalium
                                                                        hidroksida (KOH).
o   Bahan tambahan  :   -   krim
                                                                    -  parfum
                                                                    -  vitamin dll
·         Struktur molekulnya berbentuk panjang, dengan 2 ujung yang mempunyai sifat yang berbeda, ujung yang satu bersifat hidrofil ( (gugus molekul selalu menuju air) sedang ujung yang lain bersifat hidrofob (selalu menjauhi air dan tertarik ke minyak).
·         Fungsi sabun :           
o   Mengangkat kotoran yang menempel pada pakaian dan melarutkannya dengan air.
o   Sebagai zat emulgator  (pengemulsi), yaitu zat yang mampu melarutkan  minyak dan lemak.
·         Berdasarkan bentuknya, sabun ada 3 macam  :
o   Sabun lunak         : sabun yang bahan dasarnya garam kalium.
o   Sabun keras         : sabun yang bahan dasarnya  garam natrium.
o   Sabun  toilet         : sabun yang bahan dasarnya  garam  kalium dengan
                                    penambahan parfum dan zat aditif.
B.     Detergen
·         Fungsinya sama dengan sabun, dengan daya cuci yang  lebih kuat dari pada sabun, tetapi terlalu kuat untuk kulit.
·         Struktur molekulnya sama dengan sabun, dengan sifat hidrofil dan hidrofob pada ke ujung molekulnya.
·         Bahan – bahan penyusun detergen:
1.      Bahan dasar  :  mengandung senyawa-senyawa yang tidak mudah terurai oleh bakteri/ mikro organisme, yaitu :
o    ABS (Alkyl Benzene Sulfonate) ,senyawa ini berasal dari olahan minyak bumi.Limbahnya menimbulkan buih tetap di badan-badan air seperti di sungai/danau, karena molekulnya sulit terurai oleh mikro organisme, sehingga merusak lingkungan,
o   LAS (Lauril Alkyl Sulfonate), senyawa ini juga berasal dari minyak bumi. Hanya dapat terurai dilingkungan yang aerob dengan kadar oksigen yang cukup.Dalam lingkungan yang tercemar berat ,LAS tidak dapat terurai.
o   CMC (Carboxymethyl Cellulosa),merupakan bahan  pembuih/ penghasil busa. Banyak orang menganggap makin banyak buih, berarti detergen bagus. Padahal sebenarnya buih tidak banyak berpengaruh terhadap daya kerja detergen. Daya pembersih detergen terletak pada kemampuannya mengemulsikan lemak ke air.
                                                               
2.      Bahan penunjang, meliputi :
o   Enzim, sebagai bahan aktif yang berfungsi  menguraikan noda yang berasal dari zat organik seperti lemak dan darah.
o   Senyawa STTP (Sodium Trpholyphosphate), bahan penunjang yang berfungsi untuk mengikat ion kalsium dan magnesium dari air sadah sehingga tidak menggangu kerja detergen.
o   Air sebagai bahan pengikat

  1. Bahan Pembersih Lain
1.      Shampo
·         Satu-satunya komponen esensial dalam shampo adalah detergen, yang membuatnya berbeda hanyalah kepekatan detergennya.
·         Bahan dasar sebagai pembersihnya  adalah detergen sintetis, misalnya natrium dodesilsulfat
·         Menggunakan shampo untuk membersihkan rambut lebih baik daripada menggunakan sabun, karena sabun  hanya berfungsi baik dalam air lunak.Dalam air sadah, sabun meninggalkan endapat berupa lapisan tipis yang membuat ranbut jadi kusam.

2.   Pasta gigi
Bahan dasarnya adalah  :
·         Detergen. Salah satu detergen yang banyak digunakan adalah natrium dodesilsulfat,sama seperti pada shampo.
·         Abrasif , yaitu bahan penggosok seperti amplas.
·         Senyawa flourida, yang fungsinya untuk memperkuat email.

3.   Pembersih Lantai / Karbol
·         Bahan dasarnya adalah desinfektan yang berfungsi sebagai pembasmi kuman.
·         Bersifat korosif dan beracun.
·         Desinfektan pertama yang digunakan untuk bahan pembersih lantai adalah fenol atau asam carbolat, sehingga pembersih lantai sering disebut karbol. Fenol atau asam karbolat adalah zat yang beracun dan merusak kulit,sehingga bahan pembersih lantai saat ini sudah menggunakan desinfektan yang lebih baik, misalnya :
o   Heksil resorsinol
o   Kresol
o   Benzal konium khlorida

II.  BAHAN PEMUTIH
·         Bahan pemutih adalah zat kimia yang digunakan untuk memutihkan pakaian yang  bahan dasarnya adalah senyawa aktif hipoklorit, yang dalam kadar tinggi dapat merusak pakaian.
·         Hipoklorit tidak baik bagi bahan polyester karena akan lebih memberi kesan kuning daripada memutihkan.
  • Bentuknya ada 2 macam, yaitu :
a.      Larutan pemutih, yang mengandung natrium hipoklorit (NaClO).
b.      Bubuk pemutih, yang mengandung kalsium hipoklorit Ca(ClO)2..
·         Mencampur pemutih dengan pembersih kloset yang mengandung asam klorida (HCl) , dapat menghasilakn gas klorin ( gas racun), yang sangat berbahaya karena dapat merusak saluran  pernapasan. Jika kadarnya tinggi bahkan dapat mematikan.
·         Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas racun kloramin (NH2Cl) dan hidrazin (N2H4).

III. BAHAN PEWANGI
·         Biasa digunakan untuk kosmetik, pengharum ruangan , pembersih lantai , sabun dan detergen, dan sebagainya.
·         Bahan dasarnya, ada yang dari alam dan ada yang buatan.Tapi lebih banyak yang menggunakan zat pewangi sintetis karma pewangi alam memerlukan proses yang mahal dan terbatas .

IV. RACUN SERANGGA
·         Bahan dasarnya adalah senyawa kimia yang berbahaya yaitu pestisida.
·      Salah satu insektisida  yang  dulu banyak digunakan adalah DDT (Dichloro Diphenil Tricloroethane),  sangat ampuh membasmi nyamuk dan dapat bertahan lama. Struktur molekulnya yang sukar terurai inilah yang membuat DDT saat ini dilarang, karena limbahnya mencemari air dan tanah.
·        Insektisida yang  digunakan saat ini adalah senyawa  propoksur.

      Macam-macam Pestisida
1.   Insektisida   :   Untuk membasmi serangga.
2.   Rhodentisida    :  Untuk memberantas binatang pengerat, seperti tikus.
3.   Nematisida   :   Untuk memberantas hama berupa cacing (nematoda) yang umumnya merusak akar atau umbi tanaman
4.   Herbisida   :  Untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma),seperti alang-alang,rumput, dan enceng gondok.
5.   Defolian      :   Untuk merontokkan daun.
6.   Fungisida     :   Untuk memberantas jamur (cendawan).
7.   Bakterisida   :   Untuk membasmi bakteri dan virus pada tanaman.

BAHAYA  YANG DITIMBULKAN DARI BEBERAPA ZAT KIMIA RUMAH TANGGA

A. MASALAH KESEHATAN

1.   Propoksur
·         Merupakan bahan aktif yang terdapat pada obat pembasmi serangga.
·     Keracunan propoksur dapat terjadi melalui pernapasan, mulut, kulit dan mata.Bila   terhirup dapat menyebabkan gangguan  pernapasan.Bila kena mata akan menyebabkan kebutaan , dan bila tertelan dapat menyebabkan kematian.
·         Pertolongan korban keracunan obat pembasmi serangga :
a.       Usahakan agar korban tetap sadar.
b.      Berikan larutan norit agar racun dapat segera dimuntahkan.
c.    Jika racun yang tertelan larut dalam lemak, jangan memberikan susu untuk membuatnya muntah, karna susu dapat mempercepat penyerapan racun sehingga lebih membahayakan.
d.      Segera bawa ke rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut

2.   Benzal Konium Klorida
·         Merupakan bahan aktif  yang digunakan pada berbagai jenis pembersih lantai, biasanya dengan kadar  0,5%
·         Bersifat sebagai detergen sekaligus sebagai desinfektan (pembasmi kuman).
·         Bersifat kaustik  dan korosif.
·      Jika mengenai kulit dapat menyebabkan gatal dan kemerahan. Jika kadarnya 10% dapat menyebakan luka bakar dan apabila mengenai mata dapat mengalami kerusakan serius pada kornea sehingga bisa buta. Jika  tertelan dapat menyebabkan   kematian.

B.   MASALAH LINGKUNGAN
      1.   Limbah Detergen
·      Menimbulkan buih superaktif pada badan-badan air ( di sungai atau danau) yang bertahan lama karena jenis molekulnya yang  sulit diuraikan oleh mikro organisme.Akibatnya menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat fotosintesis tumbuhan air dan menggangu rantai makanan.
·      Pertumbuhan ganggang dan enceng gondok yang tak terkendali sebagai akibat dari limbah detergen yang mengandung senyawa fosfat yang merupakan nutrisi tumbuhan. Keadaan ini menyebabkan pendangkalan sungai/danau  sehingga mematikan ikan

2.      Limbah Pupuk dan Pestisida
·       Limbah pupuk dan pestisida dapat mencemarkan air dan meracuni hewan, bahkan manusia.
·       Limbah pupuk juga dapat menyebabkan pertumbuhan yang tak terkendali pada tumbuhan air seperti pada limbah detergen