Translate

Wednesday, 14 November 2012

Makalah Teknologi Informasi

Bismillaahirrahmanirrahiim

BAB I
PENDAHULUAN
                        

1.1  Latar  Belakang

      Pada zaman era globalisasi saat ini,  banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan di masyarakat kita. Hal ini disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Baik dalam dunia industri, politik, ekonomi, maupun dalam dunia pendidikan.   Ilmu pengetahuan dan teknologi  informasi yang berkembang dan semakin canggih, dapat mempermudah kita dalam melakukan kegiatan apapun. Seperti adanya media internet, laptop, netbook, komputer, handphone, televisi, telepon, iPad dan lain-lain.  Serta ditambah lagi dengan layanan-layanan  informasi yang ada di internet seperti facebook, twitter, my space, blogspot, wordpress, google, e-mail dan lain-lain . Dengan cara “klik” dan “sentuhan” ,  kita akan mendapatkan informasi yang kita inginkan dengan cepat. Selain ilmu pengetahuan yang didapatkan dari teknologi informasi tersebut, kita juga dapat menyegarkankan pikiran dengan adanya pemainan-pemainan yang ada di media internet. Seperti permainan point blank, perjuangan semut, farm ville, dan sebagainya.
      Akan tetapi, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat kita. Terutama bagi kalangan generasi muda. Pengaruh atau dampak pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi ini dapat bersifat positif dan negatif. Bersifat positif apabila ilmu pengetahuan dan teknologi informasi digunakan secara sewajarnya atau dapat dijadikan tambahan ilmu yang bermanfaat. Dan bersifat negatif , apabila ilmu pengetahuan dan teknologi informasi digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan bahkan dapat merugikan diri sendiri. Oleh karena itu, penulis akan membahas tentang teknologi informasi serta dampak positif dan negatifnya. Dan juga solusi agama islam terhadap dampak negatif teknologi informasi tersebut.

1.2 Ruang lingkup

      Adapun ruang lingkup pembahasan teknologi informasi ini adalah sebagai berikut :
1.      Dampak positif teknologi informasi;
2.      Dampak negatif teknologi informasi;
3.      Solusi islam terhadap dampak negatif teknologi informasi.

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.      Untuk memberikan penjelasan tentang teknologi informasi;
2.      Untuk mengetahui dampak positif  tekologi informasi;
3.      Untuk mengetahui dampak negatif  teknologi informasi;
4.       Untuk mengetahui solusi islam terhadap dampak negatif  teknologi informasi.


BAB II
PEMBAHASAN

                                                                       
2.1 Pengertian Teknologi Informasi 
      Teknologi informasi adalah  istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikn dan menyebarkan  informasi. Teknologi menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari teknologi informasi bukan hanya komputer, tetapi juga termasuk telepon, handphone, netbook, iPad dan sebagainya.
      Selain itu, teknologi informasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan serta merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

2.2 Dampak Positif  Teknologi Informasi
      Teknologi informasi dapat memberikan dampak positif dalam berbagai bidang, yaitu sebagai berikut :
1.      Bidang Politik
a.       Timbulnya kelas menengah baru
Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negara Barat. Dapat diprediksikan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b.      Terjadinya proses regenerasi kepemimpinan
Hal ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Sehingga nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
                              
c.       Tumbuhnya regionalisme
Kesadaran regionalisme dapat terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme  akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

2.      Bidang Informasi dan Komunikasi
a.       Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi- informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
b.      Kita dapat berkomunikasi dengan teman, sahabat,  maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan menggunakan handphone.
c.       Kita mendapatkan layanan bank dengan sangat mudah.
d.      Kita dapat berkomuniksi dan saling bertukar informasi  melalui jejaring sosial yang ada di internet.

3.      Bidang Ekonomi dan Industri
a.       Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
b.      Terjadinya industrialisasi.
c.       Produktivitas dunia industri semakin meningkat.
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas duni industri, baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi.
d.      Persaingan dalam dunia kerja.
Hal ini akan menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiiki.

4.      Bidang Sosial dan Budaya
a.       Perbedaan kepribadian pria dan wanita
Banyak pakar yang berpendapat bahwa sekarang semakin banyak wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis daripada pria.

b.       Meningkatnya rasa percaya diri
Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh.
c.       Timbulnya kompetisi yang tajam
Hal ini akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan bekerja keras.

5.      Bidang Pendidikan
a.       Munculnya media massa
Dampak dari hal ini adalah guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu, tetapi media massa juga dapat menjadi sumber ilmu.

b.      Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru
Hal ini dapat memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Metode-metode baru tersebut membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak.

c.       Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
Pembelajaran dapat dilakukan melalu internet dan telepon genggam.

2.3 Dampak Negatif Teknologi Informasi
      Selain dari dampak positif, teknologi informasi juga dapat memberikan dampak negatif dalam berbagai bidang, yaitu sebagai berikut :
1.      Bidang Informasi dan Komunikasi
a.       Adanya pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris.

b.      Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk tujuan tertentu.

c.       Kerahasiaan alat test semakin terancam
Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang test psikologi dan bahkan dapat memperoleh layanan test psikologi secara langsung dari internet.

d.      Timbulnya kecemasan teknologi.
Kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer, dan rusaknya  modem internet karena disambar petir.

2.      Bidang Sosial dan Budaya
a.       Kemerosotan moral di kalangan masyarakat, khususnyadi kalangan remaja dan pelajar.
Kemajuan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.

b.      Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat, sehingga lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat.
Seperti gotong-royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripental yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial., banyak terjadinya perkelahian, pelanggaran lalu lintas dan bahkan sampai tindak kejahatan.

c.       Pola interaksi antarmanusia yang berubah
Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah mengubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Saat ini, semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer atau laptop.

3.      Bidang Pendidikan
a.       Kerahasiaan alat test semakin terancam.
Test psikologi yang ada akan mudah sekali bocor dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

b.      Penyalahgunan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
                                   
2.4 Solusi Islam Terhadap Dampak Negatif Teknologi Informasi
      Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 101, yang berarti : “Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi !” Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.”
       Pengaruh teknologi informasi cenderung memiliki dampak negatif  yang lebih besar dibandingkan dampak positifnya. Sebagai muslim, terkadang kita juga terpengaruh oleh dampak negatif perkembangan teknologi informasi tersebut. Agar kita tidak terjebak ke dalam dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi itu, maka agama islam memberikan beberapa solusi terhadap dampak negatif teknologi informasi yang berkembang saat ini, yaitu sebagai berikut :
1.      Resesif, artinya kita harus menerima kemajuan teknologi informasi dengan bijak.
2.      Selektif, artinya kita harus memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang tidak. Dan harus mengingat dasar Al-Qur’an, hadits, dan sunnah.
3.      Digesif, artinya teknologi informasi itu perlu diarahkan, tentunya untuk amal ma’ruf  nahi munkar.          
4.      Adaptif, artinya perlu juga teknologi informasi itu kita sesuaikan dengan jati diri kita sebagai muslim, yang pastinya sesuai dengan dasar dan ajaran islam.
5.      Transmitif, artinya gunakan perkembangan teknologi informasi untuk menyiarkan agama islam.
6.      Menggunakan teknologi informasi untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat.
7.      Kuatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
8.      Dan selalu mengingat Allah SWT kapanpun dan dimanapun, sehingga dapat mengontrol diri dalam memanfaatkan teknologi informasi yang telah maju ini.

                                                                          BAB III
PENUTUP



3.1      Kesimpulan
Jadi, kemajuan teknologi informasi memberikan dampak positif dan  negatif terhadap kehidupan kita. Hanya tinggal pilihan kita yang mana hendak dituju, positifkah atau  negatif. Dan jangan lupa  kendalikan diri kita ke arah yang lebih baik terhadap kemajuan teknologi informasi saat ini.


3.2     Saran
Penulis menyarankan pada pembaca, agar menggunakan manfaat yang positif apabila dampak dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi itu bisa bermanfaat dalam kehidupan umat islam. Dan jauhilah dampak negatif apabila cenderung bersifat menjerumuskan ke dalam kebathilan.

 
 
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/teknologi-informasi, diakses tanggal 22 Oktober 2012, pukul 05.00 WIB.
http://www.scribd.com/doc/dampak-teknologi-informasi, diakses tanggal 22 Oktober 2012, pukul 05.05 WIB.
Margiono, Junaidi Anwar, Latifah. 2007. Pendidikan Agama Islam  SMK.   Jakarta : Yudistira.

Tuesday, 13 November 2012

Pengertian Besaran-besaran Pokok

Bismillaahirrahmanirrahiim

Besaran pokok 
Yaitu besaran yang berdiri sendiri dan tidak diturunkan dari besaran yang lain. Contohnya : Panjang, waktu, suhu, massa, dll.
Ada 7 macam besaran pokok berdimensi dan 2 besaran pokok tidak berdimensi.
Tujuh macam besaran pokok yang berdimensi itu adalah :
1. Panjang (meter), yaitu jarak yang ditempuh oleh cahaya di ruang vakum dalam waktu 1/299.792.458. Dimensinya adalah [L].
2. Waktu (sekon), yaitu waktu yang diperlukan untuk 9.192.631.770 siklus pada radiasi yang berhubungan dengan transisi antara dua tingkat hiperfin dengan keadaan dasar atom 133 Cs (Cesium). Dimensinya adalah [T].
3. Massa (kilogram), yaitu massa pada Standar Internasional untuk bobot dan ukuran yang disimpan Sevres, Perancis. Dimensinya adalah [M].
4. Kuat Arus (Amper), yaitu arus pada dua kawat panjang paralel yang terpisah sejauh 1 meter dan menimbulkan gaya magnetik per satuan panjang sebesar 2 x 10-7 N/m. Dimensinya adalah [I].
5. Suhu (Kelvin), yaitu 1/273,16 dari temperatur termodinamika pada triple point air. Dimensinya adalah [0] (teta).
7. Jumlah zat (mol), yaitu jumlah zat yang mengandung satuan elementer sebanyak jumlah atom di dalam 0,012 kg Carbon-12. Satuan elementer dapat berupa atom, molekul, ion, elektron, dan harus ditentukan. Dimensinya adalah [N].

Sedangkan 2 besaran pokok yang tidak berdimensi adalah sebagai berikut :
1. Sudut Bidang (Radian atau Rad).
2. Sudut ruang (Steradial atau SR).

Thursday, 13 September 2012

ANTIBIOSIS

Bismillaahirrahmanirrahiim

Antibiosis (antisimbiosis) juga merupakan suatu bentuk pola kehidupan yang khas. Yaitu bentuk hubungan antara suatu makhluk hidup dengan makhluk hidup lain yang terhambat pertumbuhannya. Contohnya adalah jamur Penicillium notatum dengan jamur atau bakteri atau organisme lain yang terhambat pertumbuhannya apabila hidup secara bersama-sama. Jamur Penicillum notatum dapat menghasilkan antibiotika penisilin yang banyak dimanfaatkan dalam dunia kedokteran.
Spora Jamur dapat diterbangkan oleh angin. Jika jatuh pada tempat yang lembab atau cocok maka akan tumbuh menjadi jamur muda. Spora tumbuh membentuk benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa yang bercabang membentuk suatu anyaman seperti jala disebut Miselium. Bentuk serta warna spora pada jamur berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.
Misalnya :
- Warna hitam biasanya berasal dari Rhizopus sp.
- Warna biru biasanya berasal dari Aspergillus sp.
- Warna hijau kekuningan biasanya berasal dari Penicillim sp.
- Warna merah biasanya berasal dari Monila sitophila (jamur oncom).

Jamur ini ada yang bermanfaat dan ada juga yag merugikan.

Adapun jamur yang bermanfaat adalah :
a. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum menghasilkan zat antibiotika penisilin.
b. Penicillium camemberti dan Penicillium reqoeforti dapat menghasilkan keju sehingga mutunya meningkat.
c. Aspergillus oryzae, digunakan untuk membuat sake yang merupakan minuman khas Jepang.
d. Aspergillus wentii, digunakan dalam proses pembuatan kecap.
e. Rhizopus oryzae, digunakan dalam proses pembuatan tempe.
f. Monila sitophila, digunakan dalam proses pembuatan oncom.
g. Volvaria volvacea (jamur merang = jamur padi) enak dimakan dan disayur.
h. Auricularia polythrica (jamur kuping) juga enak dimakan dan disayur.

Adapun jamur yang merugikan adalah :
a. Aspergilllus plavus dapat menghasilkan racun Aflatoksin. Racun ini, dapat mengganggu rangsangan saraf dan menyebabkan penyakit Aspergillosis.
b. Aspergillus nidulans, terdapat parasit pada telinga manusia dan menyebabkan penyakit otomikosis.
c. Penicillium expansum, dapat merusak buah apel.


Sistem Periodik Unsur

Bismillaahirrahmanirrahiim

SISTEM PERIODIK UNSUR (SPU)

Pada bagian ini Anda akan mempelajari Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur, Golongan, Periode, dan Sifat Periodik Unsur.  Hingga akhir abad 18, hanya dikenal penggolongan unsur atas logam dan nonlogam. Sekitar dua puluh jenis unsur yang dikenal pada masa itu tampak mempunyai sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Suatu perkembangan baru terjadi pada awal abad 20, yaitu ketika John Dalton mengemukakan teorinya tentang atom. Menurut Dalton, setiap unsur mempunyai atom-atom dengan sifat-sifat tertentu yang berbeda dari atom unsur lainnya. Salah satu perbedaan antar atom unsur itu adalah massanya. Akan tetapi, Dalton belum dapat menentukan massa atom.
Sebagaimana diketahui atom mempunyai massa yang amat kecil. Para ahli pada masa itu belum dapat menentukan massa atom individu. Sebagai gantinya mereka menggunakan massa atom relatif, yaitu perbandingan massa antar-atom yang satu terhadap yang lainnya. Metode penentuan massa atom relatif dikemukakan oleh Berzelius (1814) dari Swedia dan P. Dulong dan A. Petit (1819), keduanya darl Perancis.
Berzelius maupun Dulong dan Petit menentukan massa atom relatif berdasarkan kalor jenis unsur. Massa atom relatif merupakan sifat penting unsur dan merupakan sifat spesifik, karena setiap unsur mempunyai massa atom relatif tertentu yang berbeda dari unsur lainnya. Dobereiner, Newlands, Mendeleev, dan Lothar Meyer membuat pengelompokan unsur berdasarkan massa atom relatif.

PERKEMBANGAN TABEL PERIODIK UNSUR

1. Hukum Triade Dobereiner

Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner, seorang professor kimia di Jerman, mengemukakan bahwa massa atom relatif Strontium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip dengan strontium, yaitu Kalsium dan Barium. Dobereiner juga menemukan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Karena itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang disebutnya Triade. Akan tetapi, Dobereiner belum berhasil menunjukkan cukup banyak triade sehingga aturan tersebut bermanfaat.
Penggambaran Triade Doberainer adalah sebagai berikut :
TRIADE
Ar
Rata-rata Unsur ditengah
Kalsium
40

Stronsium
?
Barium
137
Meskipun gagasan yang dikemukakan oleh Dobereiner selanjutnya gugur (tidak berhasil), tetapi hal tersebut merupakan upaya yang pertama kali dilakukan dalam menggolongkan unsur.

2.   Hukum Oktaf Newlands

Pada tahun 1866, John A.R Newlands seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris mengemukakan bahwa unsur-unsur yang disusun berdasarkan urutan kenaikan massa atomnya mempunyai sifat yang akan berulang tiap unsur kedelapan. Artinya, unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.
Sifat keperiodikan unsur berdasarkan urutan kenaikan massa atom setiap kelipatan delapan dinamakan hukum oktaf. Saat itu, baru ditemukan 60 unsur. Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan sistem oktaf karena belum ditemukan .
Berikut ini disampaikan pengelompokan unsur berdasarkan hukum oktaf Newlands, yaitu sebagai berikut :
H
F
Cl
Co/Ni
Br
Pd
I
Pt
Li
Na
K
Cu
Rb
Ag
Cs
Tl
Be
Mg
Ca
Zn
Sr
Cd
Ba/V
Pb
B
Al
Cr
Y
Ce/La
U
Ta
Th
C
Si
Ti
In
Zr
Sn
W
Hg
N
P
Mn
As
Di/Mo
Sb
Nb
Bi
O
S
Fe
Se
Ro/Ru
Te
Au
Os
Beberapa unsur ditempatkan tidak urut sesuai massanya dan terdapat dua unsur yang ditempatkan di kolom yang sama karena kemiripan sifat.

3. Sistem Periodik Mendeleyev

Pada tahun 1869, Dmitri Ivanovich Mendeleyev seorang ahli kimia berkebangsaan Rusia menyusun 65 unsur yang sudah dikenal pada waktu itu. Mendeleev mengurutkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan sifat kimianya.
Pada waktu yang sama, Julius Lothar Meyer membuat susunan unsur-unsur seperti yang dikernukakan oleh Mendeleyev. Hanya saja, Lothar Meyer menyusun unsur-unsur tersebut berdasarkan sifat fisiknya. Meskipun ada perbedaan, tetapi keduanya menghasilkan pengelompokan unsur yang sama.
Mendeleyev menyediakan kotak kosong untuk tempat unsur-unsur yang waktu itu belum ditemukan, seperti unsur dengan nomor massa 44, 68, 72, dan 100. Mendeleyev telah meramal sifat-sifat unsur tersebut dan ternyata ramalannya terbukti setelah unsur-unsur tersebut ditemukan. Susunan unsur-unsur berdasarkan hukum Mendeleev disempurnakan dan dinamakan sistem periodik Mendeleyev.
Sistem periodik Mendeleev terdiri atas golongan (unsur-unsur yang terletak dalam satu kolom) dan periode (unsur-unsur yang terletak dalam satu baris). Tabel sistem periodik Mendeleyev yang dibuat adalah sebagai berikut :
Periode
Gol.I
Gol.II
Gol.III
Gol.IV
Gol.V
Gol.VI
Gol.VII
Gol.VIII
1
H 1







2
Li 7
Be 9,4
B 11
C 12
N 14
O 16
F 19

3
Na 23
Mg 24
Al 27,3
Si 28
P 31
S 32
C 35,5

4
K 39
Ca 40
? (44)
Ti 48
V 51
Cr 52
Mn 55
Fe 56, Co 59








Ni 59, Cu 63
5
Cu 63
Zn 65
? (68)
? (72)
As 75
Se 78
Br 80

6
Rb 86
Sr 87
?Yt 88
Zr 90
Nb 94
Mo 96
? (100)
Ru 104, Rh 104








Pd 106, Ag 108
7
Ag 108
Cd 112
In 115
Sn 118
Sb 122
Te 125
I 127
?
8
Cs 133
Ba 137
?Di 138
?Ce 140
?
?
?
9
?
?
?
?
?
?
?
10
?
?
?Er 178
?La 180
Ta 182
W 184
?
Os 195, Ir 197
11
Au 199
Hg 200
Tl 204
Pb 207
Bi 208
?
?
Pt 198, Au 199
12
?
?
?
Th 231
?
U 240
?

4. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Sistem Periodik Modern

Sistem periodik Mendeleyev dikemukakan sebelum penemuan teori struktur atom, yaitu partikel-partikel penyusun atom. Partikel penyusun inti atom yaitu proton dan neutron, sedangkan elektron mengitari inti atom. Setelah partikel-partikel penyusun atom ditemukan, ternyata ada beberapa unsur yang mempunyai jumlah partikel proton atau elektron sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Unsur tersebut dikenal sebagai isotop. Jadi, terdapat atom yang mempunyai jumlah proton dan sifat kimia sama, tetapi massanya berbeda karena massa proton dan neutron menentukan massa atom.
Dengan demikian, sifat kimia tidak ditentukan oleh massa atom, tetapi ditentukan oleh jumlah proton dalam atom tersebut. Jumlah proton digunakan sebagai nomor atom unsur dan unsur- unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.
Ternyata, kenaikan nomor atom cenderung diikuti dengan kenaikan massa atomnya.
Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur disusun berdasarkan nomor atomnya. Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan hasil percobaan Henry Moseley pada tahun 1913. Sistem periodik yang telah dikemukakan berdasarkan percobaan Henry Moseley merupakan sistem periodik modern dan masih digunakan hingga sekarang.
Sistem periodik unsur modern merupakan modifikasi dari sistem periodik Mendeleyev. Perubahan dan penyempumaan dilakukan terhadap sistern periodik Mendeleyev terutama setelah penemuan unsur-unsur gas mulia. Mendeleyev telah meletakan dasar-dasar yang memungkinkan untuk perkembangan sistem periodik unsur.

5. Golongan dan Periode Unsur dalam Tabel Sistem Periodik Unsur Modern

Unsur-unsur dalam tabel sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Karena sistem periodik yang disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang sekarang ini disebut tabel periodik panjang. Terkadang disebut pula tabel periodik modern, dikarenakan disusun oleh konsep-konsep yang sudah modern.
Berbeda dengan tabel periodik Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering disebut sistem periodik pendek. Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Hal ini berarti bahwa sifat unsur tergantung dari nomor atomnya.
Pada tabel periodik bentuk panjang, juga dikenal istilah periode dan golongan. Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke kanan disebut periode, sedangkan penyusunan unsur dengan arah ke bawah disebut golongan. Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Adapun tampilan fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut :Periode dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2 (terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur). Sedangkan periode panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.

a. Golongan

Golongan unsur pada sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan jumlah elektron valensi (elektron yang terletak pada kulit terluar). Unsur dalam satu golongan mempunyai sifat yang cenderung sama dan ditempatkan dalam arah vertikal (kolom).
Pada sistem periodik unsur modern, golongan dibagi menjadi 18 berdasarkan aturan IUPAC. Berdasarkan aturan Amerika, sistem periodik unsur modern dibagi dua golongan yaitu golongan A dan B. Jadi, golongan unsur dari kiri ke kanan ialah IA, IIA, 11113, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB, IB, 1113, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA. Umumnya, digunakan pembagian golongan menjadi A dan B.
Golongan unsur pada sistem periodik unsur modern mempunyai nama khusus yaitu sebagai berikut :
Golongan
Nama Khusus
Unsur-unsur
IA
1
Alkali
Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
IIA
2
Alkali Tanah
Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
IIIA
13
Boron
B, Al, Ga, In, dan Tl
IVA
14
Karbon
C, Si, Ge, Sn, dan Pb
VA
15
Nitrogen
N, P, As, Sb, dan Bi
VIA
16
Oksigen
O, S, Se, Te, dan Po
VIIA
17
Halogen
F, Cl, Br, I, dan At
VIIIA
18
Gas Mulia
He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn

b. Periode

Periode unsur pada sistem periodik unsur modem disusun dalam arah horisontal (baris) untuk menunjukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit sama.
Sistem periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode sebagai berikut :
1)        Periode 1 = periode sangat pendek berisi 2 unsur, yaitu H dan He
2)        Periode 2 = periode pendek berisi 8 unsur
3)        Periode 3 = periode pendek berisi 8 unsur
4)        Periode 4 = periode panjang berisi 18 unsur
5)        Periode 5 = periode panjang berisi 18 unsur
6)        Periode 6 = periode sangat panjang berisi 32 unsur
7)        Periode 7 = periode yang unsur-unsurnya belum lengkap berisi 30 unsur
Pada periode 6 termasuk periode sangat panjang, yaitu berisi 32 unsur.
Golongan IIIB periode 6 berisi 14 unsur dengan sifat mirip yang dinamakan golongan lantanida.
Begitu juga golongan IIIB periode 7 berisi 14 unsur dengan sifat mirip dinamakan golongan aktinida.
Unsur golongan aktinida dan lantanida biasanya dituliskan terpisah di bawah. Golongan lantanida dan aktinida disebut golongan transisi dalam.

6. Penetapan Golongan dan Periode

Golongan dan periode dapat ditentukan dengan cara menuliskan konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dalarn atom yang ditentukan berdasarkan jumlah elektron.
Pada konfigurasi elektron, jumlah elektron valensi menunjukkan nomor golongan, sedangkan jumlah kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) menunjukkan periode.
B. SIFAT LOGAM
Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. Pada bahasan ini, kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. Berdasarkan sifat kelogamannya, secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur metaloid (semi logam).

Logam banyak kita jumpai di sekitar kita, contohnya besi, aluminium, tembaga, perak, emas, dan lain-lain. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis, antara lain:
1. penghantar panas yang baik;
2. penghantar listrik yang baik;
3. permukaan logam mengkilap;
4. dapat ditempa menjadi lempeng tipis;
5. dapat meregang jika ditarik.

Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang, misalnya golok, pisau, cangkul, dan lain-lain. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam).

Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar).

Dengan demikian, dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik, yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya, unsur-unsur logam berletak pada bagian kiri, sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur).

Pada tabel periodik, batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al), logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam, dan biasa disebut unsur amfoter. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam, dan disebut unsur metaloid.